meta http-equiv="refresh" content="0;URL=http://trik-tips-tutorial.blogspot.com"/> Hana Habibah (Senri): 2014
Powered By Blogger

Kamis, 19 Juni 2014

Fanfiction Kencan Pertama...! (Kaichou Wa Maid Sama)



Kaichou Wa Maid Sama, Rated: T, Indonesia, Romance & Drama, [Misaki/Usui]
Disclaimer…
Kaichou Wa Maid Sama milik Hiro Fujiwara tapi buat yang satu ini ceritanya lain lagi dan pastinya milik Senri/Hana...hihihi 
 Dan maaf2 kata jika Fictnya aneh,,GAJE,,bahkan mungkin gk enak dibaca. tapi Author tetep berharap readers pada mau nyempetin baca,sekedar menghargai kan kasihan author udah cape2 bikin.. 
 * menatap reader melass minta dikasihani*
Nah.. Udah basa basinya langsung saja read... Semoga terhibur...

 

Kencan Pertama…!

Terdengar kekhawatiran seorang cowok berperawakan tinggi dan tampan. Mengingat orang yang disayangnya tidak mendengarkan nasehatnya sama sekali. 
"Ingat Misa-chan jangan terlalu memaksakan diri. Aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu terhadapmu." nasehat Usui. Dia Usui Takumi yang selalu membuntuti si rambut hitam bernama Misaki Ayuzawa. Hah...kemanapun perginya Misaki disitu pasti ada Usui.
"Aku tidak memaksakan diri. Aku sanggup untuk mengikuti Pertandingan Aikido ini. Kamu lihat saja Aku baik-baik saja." Tekad Misaki. Jika sudah ada kemauan Misaki tidak ingin berhenti sebelum mencoba. Usui tahu itu, tapi kali ini berbeda dari biasanya. Karena yang dikhawatirkan yaitu keadaan lengan kiri Misaki yang sedang cedera. Namun, bukan Misaki jika tidak bertindak sesukanya dan sembrono.
_Flashback On_
Sedang seriusnya latihan Aikido Misaki melihat seseorang menaiki tangga ke atas pohon. Namun karena kecerobohannya dia entahlah siapa terpeleset dan hampir jatuh ke tanah. Untung saja Misaki cepat-cepat menahan tangga itu dengan lengan kirinya. Setelah tertahan orang tersebut turun.
“Arigatou,,,kamu telah menolong saya.” ucapan orang tersebut.
“Kochira koso…Lain kali kamu hati-hati,,,Aww” balas Misaki dengan senyum yang merekah. Namun dia merasakan nyeri dibagian lengannya.
“Iiya..Tapi, Lenganmu?”
“Ahh…Tidak apa Aku baik-baik saja” tukas Misaki.
“Sekali lagi arigatou” ucap ulang orang itu.
“Jangan dipikirkan..hehe”
_Flashback Off_
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi tekad Misaki yang luar biasa, untuk itu Usui menyerah.
"Jika memang begitu Aku sudah tidak bisa melarangmu lagi. Ganbatte..!" ujar Usui. Misakipun jadi blushing.
"Arigatou Usui" balas Misaki.
Saat ini mereka sedang berada di dalam Gedung Seika tempat dimana Pertandingan Aikido dilaksanakan, yang telah dihadiri oleh para peserta seatero Jepang. Tidak hanya Misaki dan Usui yang berada disana, namun ada juga Trio Maron yang setia mendukung Misaki. Juga hadir Sakura & Sizuko sahabat Misaki, dan Suzuna yang ikut mengantarkan Misaki bersama Usui.
"Go...Go...Go...Misa-chaaan..." teriakan Trio Moron yang berada di bangku penonton bersama yang lainnya juga. Mereka bersorak soray sambil lompat-lompat.
"Iya, Misaki semangat yaaaahhh..." sambung Sakura menyemangati.
"Misaki-san memang yang terbaik." kata Sizuko. Tentu dengan menatap kagum.
"nee...dapatkan hadiahnya. Karena aku belum dapat undian."celetuk Suzuna. Yang lain menatap innocent tidak mengerti. Memang adik Misaki ini paling unik pikir Mereka.
Dari arah bangku panjang dekat ruang ganti yang telah disediakan panitia, Misaki melambaikan tangan kanannya pada teman-teman disana.
"Lihat Usui mereka saja mendukungku. Kenapa tadi kamu tidak."ucap Misaki dengan muka yang cemberut.
"Ini Aku juga mendukungmu. Tapi, tadi itu masalahnya-.."belum sempat meneruskan ucapannya Misaki langsung pergi menuju arena.
"Sudah jangan khawatir aku akan baik-baik saja..." teriak Misaki dari kejauhan. Tidak sadarkah bahwa teriakan itu terdengar oleh semua orang. Mereka hanya menatap aneh pada Misaki. Itu membuat Usui tersenyum melihat semangatnya.
Siapa yang dapat mengumpulkan poin paling banyak  dialah yang menang, itulah peraturan yang ditetapkan panitia. Pertandingan Aikido akhirnya dimulai. Mereka sudah bersiap-siap untuk saling adu kemampuan. Untuk sementara Misaki mengambil sikap pertahanan dalam menghadapi lawan. Lawanpun mengambil kesempatan tersebut untuk terus menyerang Misaki. Peluh meluncur tanpa ragu dari dahi Misaki. Pikirnya, kemampuan lawan sungguh sebanding dengannya. Andai saja keadaan tangan kirinya dalam keadaan baik, mungkin saja ada kesempatan untuk membalas serangan.
'Lenganku sakit, Aku tidak bisa menahan lagi.' inner misaki bicara. Kali ini Misaki mulai merasakan kesakitan yang amat sangat pada lengannya.
Pada menit pertama Misaki masih dapat menguasai lawan. Tetapi, menit terakhir dia tidak kuat lagi untuk menggerakan lengannya. Usui yang melihatnya juga mulai khawatir dengan keadaan Misaki. Dan Si rambut pirang itu berniat untuk menghentikan pertandingan, namun mengingat semangatnya yang begitu besar diapun mengurungkan niatnya tersebut.
"Misaki berjuanglah semampumu, jika tidak sanggup lagi berhentilah." ujar Usui dalam doanya dengan penuh harapan.
Tapi sangat disayangkan tekad yang dimiliki Misaki tidak cukup untuk mengalahkan lawan. Malah sebaliknya, kini misaki terbaring lemah karena sukses dikalahkan lawannya.
"Aku kalah" Misaki tersenyum miris dengan mata yang tertutup. Sebenarnya menerima kekalahan adalah hal yang paling sulit, tapi bagi Misaki apapun hasilnya yang terpenting telah berusaha.
Saat membuka kedua kelopak matanya yang indah, Misaki melihat ada seseorang yang mengulurkan tangannya. Siapa? benar saja siapa lagi kalo bukan Usui. Cowok yang selama ini telah menguntitnya kemanapun ia pergi dan sekaligus penolong baginya.
"Usaha yang bagus Misa-chan" ujar Usui dengan senyum ramahnya. Misakipun meraih uluran tangan itu untuk membantunya berdiri.
"gomennasai" ucapan Misaki yang terdengar sedih di telinga Usui. Tapi bagaimanapun juga untuk yang satu ini Usui tidak bisa memaafkanya begitu saja.
Sebelum Usui sempat berbicara entah kenapa Trio Maron, sakura, Sizuko, dan Suzuna datang menghampiri mereka.
'Menggangu saja' pikir Usui.
­_Ahaha_Usui malangnya nasibmu waktumu bersama Misa-chan terusik begitu saja_ *tertawa mengejek*
(lebih baik Author dim saja) *menatap dengan mata menyeramkan*
_gomen...gomennesai Usui_ *pundung di pojokan smbil merinding*
...Abaikan...
"Misa-chan, tidak apa-apa...hiks...hiks...hiks...kamulah yang terbaik" tangis lebay Trio Maron berlari sambil mencoba untuk memeluk Misaki. Dengan sigap Misaki langsung menendang Mereka sampai ke luar Gedung.
"Enyahlah kaliaaaann..hhehhh" Emosi Misaki meluap mengeluarkan taring monsternya. Usui, Sakura, Sizuko, Suzuna sweetdrop melihatnya.
"Misaki kamu tetap hebat ko, kalau begitu Aku dan Suzuko pulang duluan yah." Sakura tersenyum ceria.
"Arigatou Sakura,,Sizuko. Hati-hati di jalan." balas Misaki.
"jaaa,," Sakura melambaikan tangan sambil menarik tanga Sizuko.
"Pelan-pelan Sakura tanganku sakit" ringis sizuko. Sakura tidang menghiraukan malahan terus menarik tangannya.
"Ne,,Aku juga pulang duluan. Karena Aku harus cepat-cepat mengambil undianku. Jaaa...'' dengan muka datarnya Suzunapun menyusul yang lain untuk pulang duluan dan menyisakan Misaki dan Usui.
"Mengapa mereka meninggalkan Aku sendiri" Misaki cemberut.
"Memang Aku apa?" -_-
"Kamu itu Alien mesum."Misaki akan bergegas pulang tapi sebelum melenggang pergi tangannya ditahan seseorang.
"Tadi Aku belum memaafkanmu loh."Misaki mendengar hal tersebut langsung berbalik menatap Usui.
"Terus maumu apa Usui?" tanya Misaki dengan cueknya.
"Misa-chan kau harus di hukum!" seringai muncul dari bibir pria tampan itu. Tanpa ragu Usui mulai mendekatkan wajahnya pada Misaki. Misaki menyadari hal tersebut terus melangkah mundur sampai dirinya tidak bisa bergerak lagi. Entah sejak kapan di belakangnya terdapat Dinding. Bagaimanapun misaki sudah terhimpit antara dinding dan Usui. Mata mereka saling menatap, namun Usui terus mendekatkan wajahnya,,,
4 cm,,,
2 cm,,,
1 cm,,,
,,,,,
"Hehh...App-.."belum juga Misaki bicara ini itu malahan kini bibirnya sudah menempel dengan bibir Usui. Mata Misaki terbelalak kaget.
'Apa ini, kenapa jantungku berdetak kencang?  dan kenapa juga rasanya badanku susah di gerakan?' inner misaki.
Hanya ciuman lembut yang diberikan Usui, namun cukup untuk menghukum Misaki sampai benar-benar terdiam begitu saja. Setelah itu Usui menyudahi ciuman singkat tersebut. Dan itu menyadarkan Misaki dari alam pikirannya.
“Ehh..Usui Baka, apa yang kamu lakukan… KAMU TELAH MENCURI CIUMAN PERTAMAKU.” Amarah Misaki meluap menyebabkan wajahnya memerah semerah tomat.
“Aishiteru Misa-chan… Itu balasannya karena kamu telah buat Aku khawatir. Ayo kita pulang.” Bukan Usui jika tidak selalu membuat Misaki bertingkah lucu dihadapannya. Usuipun langsung melenggang pergi meninggalkan Misaki seolah tidak terjadi apa-apa.
“Usui Takumi,, KAU MENYEBALKAN…DASAR MESUM” teriak Misaki sambil melemparkan botol bekas minuman dari dalam tasnya. Tentu dengan rona merah yang  nampak jelas diwajahnya. Dari kejauhan Usui menghentikan langkahnya.
“Mau sampai kapan kamu berdiam diri disana. Apa kamu sedang menunggu aku untuk menggendongmu.” Goda Usui.
“Tt-tidak..” ujar Misaki cemberut nan menggemaskan.
“Jika begitu cepat pulang,,,kamu tahu tidak di dalam sana ada hantu lohh…” ujar Usui menakuti.
“Apppaa…Hhh-antu?(sambil celingak celinguk kearah belakang)Usui matte kudasai…” Teriakan Misaki menggema dan langgsung saja berlari mengejar Usui karena ketakutan setengah mati. Saking takutnya Misaki tidak sadar bahwa saat ini Dia telah memeluk Usui dengan eratnya dari arah belakang. Itu membuat wajah Usui memerah.
“Setakut itukah terhadap hantu sampai memelukku dengan erat. Tapi Aku tidak masalah jika kamu terus memelukku begini.” Goda Usai lagi sambil tersenyum jail.
“Ehh…Ett-ttou…Aku repleks.” Sambil melepaskan pelukannya dan mendorong Usui agar sedikit menjauh.
“Ternyata Misa-chanku penakut.”
“Baka…Baka…Baka” Misakipun pergi meninggalkan Usui dengan perasaan campur aduk. Dengan senyum yang menawan Usui menyusul langkah Misaki.
***
Tiga hari berlalu, pagi ini Misaki berbaring di atas kasurnya. Terdengar suara lembut seorang wanita.
“Misaki bangun sayang.” Ucap Ibu Ayuzawa. Awalnya Misaki hanya mengerang merasakannya. Setelah kesadarannya terkumpul Misakipun akhirnya bangun.
“Mmm…Ibu Aku bangun kesiangan ya…Lohh,,lenganku sudah tidak skit lagi Bu.” Ucap Misaki kegirangan sambil menggerakan lengannya. Ibu Ayuzawa yang melihatnya ikut bahagia.
“Bagaimana tidak sembuh cepat, kamau tahukan tiap hari Usui-khun selalu merawatmu dengan setia.” Misaki yang merasa Ibunya mulai menggodanya mersa malu.
“Ibu jangan menggodaku terus” Misaki cemberut. Ibu tertawa.
“Lebih baik kamu cepat mandi, Usui-kun menunggumu di depan.” Setelah mengatakan hal tersebut Ibu Ayuzawa meninggalkan Misaki.
“Ehh… Untuk apa Usui mesum itu datang ke rumah kita.” Ujar Misaki terkejut.
“Katanya untuk mengajakmu kencan.” Tak sengaja Suzuna lewat.
“Ehhh….” Sekali lagi Misaki terkejut dibuatnya. Kenapa Usui selalu saja berbuat hal yang tak terduga.
***
            Saat ini Misaki sedang berada di café bersama Usui. Usui menyebutnya ini kencan tapi bagi misaki ini hanya makan biasa.
“Dasar mesum kenapa pagi-pagi sekali kamu datang menjemputku. Pake acara kencan segala lagi, memangnya kita pasangan kekasih,,hahh..” Misaki terus menggerutu tanpa dihiraukan. Karena sedari tadi Usui sedang menyantap makanan yang telah dipesan.
Menyadari hal tersebut Misaki cemberut sambil memegang sendok dan mengacak-ngacak makanan. Usui yang sedari tadi diam kini akhirnya bertindak. Bukan apa-apa tapi sayangkan jika makanan yang telah mereka pesan disia-siakan begitu saja.
“Jika tidak suka biar makanannya buat Aku saja” omel Usui sambil menarik makanan dari tangan Misaki.
“Enak saja Aku juga mau.” Keluh Misaki dengan merebut makanan tadi. ”Arigatou Usui” ucapnya lagi dengan senyum tersipu malu. Dan dibalas senyuman Usui.
Merekapun menikmati kencan pertama mereka dengan keceriaan yang dibuat Misaki. Bukankah mereka tidak sedang kencan karena mereka bukan sepasang kekasih pikir Misaki. Tapi dimanapun dua orang yang  berbeda gender makan romantis di sebuah café disebet kencan. Hahh…Author tidak tahu, yang mengerti hanya mereka saja.


OWARI

Terima kasih buat yang udah pada baca fict saya…
Senri pamit yahh…
Jaaa… Matta Ashita…