Kali ini saya memposting hasil resensi sebuah Novel sebagai tugas kampus dan ingin berbagi kepada pembaca supaya dapat bermanfaat. Penulis Resensi saya sendiri Siti Hana Habibah N. H. Silahkan dibaca!
BIODATA BUKU
Judul buku :
The Secret Garden
Judul Resensi :
Nona Mary Si Pembangkang
Pengarang :
Frances Hodgson Burnett
Penerbit :
PT Mizan Pustaka
Tahun terbit :
2009
Kota terbit :
Bandung
Jumlah halaman :
460 halaman
Harga :
Rp. 20.000,-
BIOGRAFI PENGARANG
Frances Hodgson
Burnett (24 November 1849-29 Oktober 1924) adalah penulis cerita anak-anak.
Pada 1886, ia menerbitkan Little Lord Fauntleroy yang pada awalnya
ditujukan untuk anak-anak, tetapi ternyata lebih disukai oleh para ibu. Buku
tersebut berjumlah lebih dari setengah juta kopi.
Karya-karya
terakhirnya antara lain ialah Sara Cwere (1888) yangf kemudian ditulis
ulang dengan judul A Little Princess (1905), The Lady of Quality
merupakan salah satu drama terbaiknya, dan The Secret Garden (1909) yang
membuatnya terkenal hingga saat ini. Karya-karyanya yang lain adalah The
Dawn of A Tomorrow, The Last Prince, The Suttle, dan The White People.
SINOPSIS
Setelah kematian
orangtuanya di India, Mary Lennox anak yang pembangkang, manja, dan sangat
egois terhadap apapun, dikirim ke rumah pamannya yang bernama Mr. Archibald
Craven yang berada di Yorkshire, Inggris. Dimana pamannya itu tak pernah ada
dirumahnya. Ia dijemput oleh Mrs.Medlock seorang pengurus rumah tangga di
Missethwaite Manor. Awalnya Mary beranggapan bahwa Mrs. Medlock adalah wanita
yang sangat menyabalkan dengan dandanannya yang menor.
Mary bertemu
dengan Martha seorang pelayan dari Mrs. Medlock, ia adalah pelayan yang akan
mengurus Mary. Mary sangat nakal dia sama sekali tidak bisa diam sama sekali.
Selama berada di rumah pamannya dia sering menghabiskan waktu sehariannya di
kebun yang di Tanami berbagai tumbuhan oleh Ben Weatherstaf, seringkali Mary
ditegur oleh Ben karena bermain terlalu lama. Barulah setelah waktu menunjukkan
sore hari, dia kembali kedalam rumah untuk makan malam yang telah disiapkan
oleh Martha. Pada suatu hari saat Mary bermain di kebun dan menemukan sebuah
Taman yang sangat menarik. Dan Burung Robinlah yang telah membantu Mary dalam
mencarikan kunci Taman tersebut. Mulai hari itu Mary sering memasuki Taman
rahasia tanpa sepengetahuan
orang lain. Taman rahasia itu dianggap oleh Mary memiliki magic di dalamnya.
Kebersamaan
Martha dan Mary membuat Martha berpikir untuk mengenalkan Mary dengan salah
satu adiknya, ia bernama Dickon. Setelah perkenalan antara Mary dan Dickon,
Mary selalu antusias untuk mendengarkan cerita Martha tentang Dickon dan semua
binatang yang dimilikinya. Dan lagi ketika diceritakan bahwa Dickon dapat berbicara
dengan para binatang dan dapat mengetahui berbagai tumbuhan di Padang Kerangas.
Pada pertemuannya dengan Dickon Mary menceritakan segala tentang Taman rahais
yang ditemukannya dan meminta Dickon untuk membantunya dalam berkebun.
Pada
malam hari ketika hujan lebat Mary mendengar sebuah tangisan seorang anak kecil
dari koridor rumah. Karena sifat penasaran yang dimilikinya, Mary menelusuri
koridor tersebut. Namun saat Mary akan membuka sebuah pintu, ternyata diketahui
oleh Mrs. Medlock hingga dia pun mengurungkan niatnya. Tetapi yang kedua
kalinya Mary berhasil menemukan sumber tangisan itu. Anak laki-laki yang
bernama Colin itu terlihat sangat kurus dan menyedihkan. Setelah mengetahui
keberadaan Colin, Mary sering menemuinya setiap hari dan mulai menceritakan
tentang Taman rahasia dan Dickon si anak yang dapat berbicara dengan binatang.
Dari sana Mary, Dickon dan Colin sering bermain bersama di dalam Taman rahasia
tanpa sepengetahuan orang dewasa dan memulai sebuah persahabatan yang abadi.
ANALISIS BUKU
A. Unsur intrinsik
1.
Tema
Persahabatan di balik sebuah rahasia
2. Amanat
sifat pembangkang yang dimiliki Mary ini
jangan sedikit pun untuk diikuti, namun jadikanlah sebuah pelajaran bagi
seorang ibu agar lebih memahami karakter dari anaknya dan mendidiknya dengan
kasih saying yang berlimpah.
3. Alur
Dari buku novel ini alur yang
digunakannya yaitu alur maju.
4. Perwatakan
a. Mary memiliki watak yang keras kepala,
manja, egoistis, pembangkang dan cerewet.
b. Dickon memiliki watak yang baik dan penyayang
binatang serta tanaman.
c. Colin memiliki watak yang keras kepala,
manja, menyebalkan dan pemarah.
d. Mrs. Medlock memiliki watak yang tegas
dan bijaksana.
e. Martha memiliki watak yang setia, baik,
keibuan dan panyayang.
f. Mr. Archibald Craven memiliki watak yang tegas
dan bijaksana.
g. Ben Weatherstaf memiliki watak yang
pekerja keras, setia, telaten, tegas dan baik.
h. Mrs. Swerby memiliki watak yang baik,
penyayang dan perhatian.
5. Latar/setting
a. Tempat: India, Yorkshire (Inggris),
rumah Mr. Archibald Craven, Padang Kerangas, Semak Belukar (Kebun), Taman
rahasia di rumah Mr. Archibald Craven dan rumah Mrs. Swerby.
b. Waktu: pagi, siang, sore, hujan, musim
dingin (salju) dan musim semi.
c. Suasana: membahagiakan dan mengharukan.
d. Sosial: menceritakan keseharian Mary di
Taman Rahasia bersama Colin dan Dickon, yang memahami arti persahabatan sejati.
6. Gaya bahasa
Dalam kesehariannya gaya bahasanya
menggunakan bahasa yang kental dengan logat Yorkshirenya.
7. Sudut pandang
Sudut pandangnya adalah orang ketiga
pelaku utama. Karena nama tokoh Mary ini sering disebutkan dalam cerita
tersebut.
B. Unsur ekstrinsik
1. Latar belakang pengarang
Frances Hodgson adalah seorang penulis
yang lahir pada tanggal 24 November 1849 dan wafat pada tanggal 29 Oktober
1924. Ia telah membuat karya-karya terakhirnya antara lain ialah Sara Cwere
(1888) yangf kemudian ditulis ulang dengan judul A Little Princess (1905),
The Lady of Quality merupakan salah satu drama terbaiknya, dan The
Secret Garden (1909) yang membuatnya terkenal hingga saat ini.
Karya-karyanya yang lain adalah The Dawn of A Tomorrow, The Last Prince, The
Suttle, dan The White People
2. Nilai yang terkandung dalam novel
a. Nilai moral
Nilai moral yang terkandung dalam novel
ini yaitu setiap tokoh memiliki batas moral yang baik walaupun ada sedikit sifat
yang tak sewajarnya dimiliki oleh seorang anak dan cara memerlakukan anak dalam
proses pertumbuhannya.
b. Nilai agama
Dari beberapa kutipan terlihat bahwa
tokoh-tokoh dalam cerita tersebut, begitu kental dengan agama yang dianutnya.
Seperti dalam lagu yang dinyanyikan Dickon…
“Puji
Allah sumber berkat,
Puji
Dia semua ciptaan-Nya,
Puji
Dia para malaikat,
Bapa,
Putra dan Roh Kudus. Amin.”
c. Nilai sosial dan budaya
Nilai sosial yang terkandung dalam
cerita ini bahwa hubungan antar tokoh utama dan tokoh lainnya sangat baik,
walaupun ada sedikit ketidaksamaan berpendapat atau mementingkan egonya
masing-masing.
Cerita ini memiliki budaya barat, karena
cerita ini nerasal dari daerah inggris.
PENILAIAN BUKU
Novel yang berjudul The Secret Garden,
menceritakan kisah yang sangat menarik
untuk dibaca oleh pembaca, begitu juga bagus bagi para ibu yang sedang mendidik
anaknya. Tidak heran jika kopian dari novel ini mencapai angka yang tinggi,
karena dilihat dari judulnya saja pembaca sudah diberikan rasa penasaran untuk
mengetahui isi cerita tersebut dan di dalam cerita ini kita dapat mengambil
beberapa pelajaran yang menarik dari tokoh-tokoh yang terdapat di dalamnya,
adapun tokoh yang begitu menonjol dalam cerita ini yaitu Mary Lennox, Dickon
dan Colin.
B. Kekurangan buku
Di manapun setiap karangan tidak selalu
memiliki kesempurnaan. Walaupun memang novel ini berkisahkan kehidupan Mary
Lennox yang sangat menarik, namun di dalam cerita ini bahasa yang digunakan
terlalu sulit untuk dimengrti bagi pembaca. Keterbatasan pemahaman bahasa ini
membuat pembaca harus benar-benar mengerti dari kalimat ke kalimat yang
lainnya.
KESIMPULAN
Mary Lennox
adalah anak yang pembangkang, manja, dan sangat egois terhadap apapun. Dari
kesehariannya Mary dapat melakukan kegiatan yang dia senangi tanpa ada yang
bias menghalanginya. Pelayan yang mengasuh Mary mengenalkannya dengan Dickon
yaitu adiknya sendiri. Mary dan dickon bermain di Taman rahasia yang pertama
kali ditemukan oleh Mary, dengan menanam berbagai tumbuhan di dalamnya.
Di suatu ketika,
pada saat hujan lebat rasa penasaran yang dimilikinya membawanya kepada
pertemuannya dengan Colin anak dari pamannya. Colin memiliki perwatakan yang
tak jauh berbeda dengan Mary. Dari persamaan watak itu, mereka mulai saling
mengenal sampai bermain bersama-sama di Taman rahasia, tidak lupa Dickon pun
bersama mereka dan memulai sebuah persahabatan yang sejati.
