meta http-equiv="refresh" content="0;URL=http://trik-tips-tutorial.blogspot.com"/> Hana Habibah (Senri): NONA MARY SI PEMBANGKANG Resensi Buku The Secret Garden Karya: Frances Hodgson Burnett
Powered By Blogger

Sabtu, 23 Juli 2016

NONA MARY SI PEMBANGKANG Resensi Buku The Secret Garden Karya: Frances Hodgson Burnett


Kali ini saya memposting hasil resensi sebuah Novel sebagai tugas kampus dan ingin berbagi kepada pembaca supaya dapat bermanfaat. Penulis Resensi saya sendiri Siti Hana Habibah N. H. Silahkan dibaca!

BIODATA BUKU

Judul buku                  : The Secret Garden
Judul Resensi              : Nona Mary Si Pembangkang
Pengarang                   : Frances Hodgson Burnett
Penerbit                       : PT Mizan Pustaka
Tahun terbit                 : 2009
Kota terbit                   : Bandung
Jumlah halaman           : 460 halaman
Harga                          : Rp. 20.000,-

BIOGRAFI PENGARANG

Frances Hodgson Burnett (24 November 1849-29 Oktober 1924) adalah penulis cerita anak-anak. Pada 1886, ia menerbitkan Little Lord Fauntleroy yang pada awalnya ditujukan untuk anak-anak, tetapi ternyata lebih disukai oleh para ibu. Buku tersebut berjumlah lebih dari setengah juta kopi.
Karya-karya terakhirnya antara lain ialah Sara Cwere (1888) yangf kemudian ditulis ulang dengan judul A Little Princess (1905), The Lady of Quality merupakan salah satu drama terbaiknya, dan The Secret Garden (1909) yang membuatnya terkenal hingga saat ini. Karya-karyanya yang lain adalah The Dawn of A Tomorrow, The Last Prince, The Suttle, dan The White People.   

SINOPSIS

Setelah kematian orangtuanya di India, Mary Lennox anak yang pembangkang, manja, dan sangat egois terhadap apapun, dikirim ke rumah pamannya yang bernama Mr. Archibald Craven yang berada di Yorkshire, Inggris. Dimana pamannya itu tak pernah ada dirumahnya. Ia dijemput oleh Mrs.Medlock seorang pengurus rumah tangga di Missethwaite Manor. Awalnya Mary beranggapan bahwa Mrs. Medlock adalah wanita yang sangat menyabalkan dengan dandanannya yang menor.
Mary bertemu dengan Martha seorang pelayan dari Mrs. Medlock, ia adalah pelayan yang akan mengurus Mary. Mary sangat nakal dia sama sekali tidak bisa diam sama sekali. Selama berada di rumah pamannya dia sering menghabiskan waktu sehariannya di kebun yang di Tanami berbagai tumbuhan oleh Ben Weatherstaf, seringkali Mary ditegur oleh Ben karena bermain terlalu lama. Barulah setelah waktu menunjukkan sore hari, dia kembali kedalam rumah untuk makan malam yang telah disiapkan oleh Martha. Pada suatu hari saat Mary bermain di kebun dan menemukan sebuah Taman yang sangat menarik. Dan Burung Robinlah yang telah membantu Mary dalam mencarikan kunci Taman tersebut. Mulai hari itu Mary sering memasuki Taman rahasia tanpa sepengetahuan orang lain. Taman rahasia itu dianggap oleh Mary memiliki magic di dalamnya.
Kebersamaan Martha dan Mary membuat Martha berpikir untuk mengenalkan Mary dengan salah satu adiknya, ia bernama Dickon. Setelah perkenalan antara Mary dan Dickon, Mary selalu antusias untuk mendengarkan cerita Martha tentang Dickon dan semua binatang yang dimilikinya. Dan lagi ketika diceritakan bahwa Dickon dapat berbicara dengan para binatang dan dapat mengetahui berbagai tumbuhan di Padang Kerangas. Pada pertemuannya dengan Dickon Mary menceritakan segala tentang Taman rahais yang ditemukannya dan meminta Dickon untuk membantunya dalam berkebun.


Pada malam hari ketika hujan lebat Mary mendengar sebuah tangisan seorang anak kecil dari koridor rumah. Karena sifat penasaran yang dimilikinya, Mary menelusuri koridor tersebut. Namun saat Mary akan membuka sebuah pintu, ternyata diketahui oleh Mrs. Medlock hingga dia pun mengurungkan niatnya. Tetapi yang kedua kalinya Mary berhasil menemukan sumber tangisan itu. Anak laki-laki yang bernama Colin itu terlihat sangat kurus dan menyedihkan. Setelah mengetahui keberadaan Colin, Mary sering menemuinya setiap hari dan mulai menceritakan tentang Taman rahasia dan Dickon si anak yang dapat berbicara dengan binatang. Dari sana Mary, Dickon dan Colin sering bermain bersama di dalam Taman rahasia tanpa sepengetahuan orang dewasa dan memulai sebuah persahabatan yang abadi. 


ANALISIS BUKU

A.      Unsur intrinsik
1.         Tema           
Persahabatan di balik sebuah rahasia
2.    Amanat           
sifat pembangkang yang dimiliki Mary ini jangan sedikit pun untuk diikuti, namun jadikanlah sebuah pelajaran bagi seorang ibu agar lebih memahami karakter dari anaknya dan mendidiknya dengan kasih saying yang berlimpah.
3.    Alur
Dari buku novel ini alur yang digunakannya yaitu alur maju.
4.    Perwatakan     
a.    Mary memiliki watak yang keras kepala, manja, egoistis, pembangkang dan cerewet.
b.    Dickon memiliki watak yang baik dan penyayang binatang serta tanaman.
c.    Colin memiliki watak yang keras kepala, manja, menyebalkan dan pemarah.
d.   Mrs. Medlock memiliki watak yang tegas dan bijaksana.
e.    Martha memiliki watak yang setia, baik, keibuan dan panyayang.
f.      Mr. Archibald Craven memiliki watak yang tegas dan bijaksana.
g.    Ben Weatherstaf memiliki watak yang pekerja keras, setia, telaten, tegas dan baik.
h.    Mrs. Swerby memiliki watak yang baik, penyayang dan perhatian.
5.    Latar/setting
a.    Tempat: India, Yorkshire (Inggris), rumah Mr. Archibald Craven, Padang Kerangas, Semak Belukar (Kebun), Taman rahasia di rumah Mr. Archibald Craven dan rumah Mrs. Swerby.
b.    Waktu: pagi, siang, sore, hujan, musim dingin (salju) dan musim semi.
c.    Suasana: membahagiakan dan mengharukan.
d.   Sosial: menceritakan keseharian Mary di Taman Rahasia bersama Colin dan Dickon, yang memahami arti persahabatan sejati.
6.    Gaya bahasa
Dalam kesehariannya gaya bahasanya menggunakan bahasa yang kental dengan logat Yorkshirenya.
7.    Sudut pandang
Sudut pandangnya adalah orang ketiga pelaku utama. Karena nama tokoh Mary ini sering disebutkan dalam cerita tersebut.

B.       Unsur ekstrinsik
1.    Latar belakang pengarang
Frances Hodgson adalah seorang penulis yang lahir pada tanggal 24 November 1849 dan wafat pada tanggal 29 Oktober 1924. Ia telah membuat karya-karya terakhirnya antara lain ialah Sara Cwere (1888) yangf kemudian ditulis ulang dengan judul A Little Princess (1905), The Lady of Quality merupakan salah satu drama terbaiknya, dan The Secret Garden (1909) yang membuatnya terkenal hingga saat ini. Karya-karyanya yang lain adalah The Dawn of A Tomorrow, The Last Prince, The Suttle, dan The White People
2.    Nilai yang terkandung dalam novel
a.    Nilai moral
Nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu setiap tokoh memiliki batas moral yang baik walaupun ada sedikit sifat yang tak sewajarnya dimiliki oleh seorang anak dan cara memerlakukan anak dalam proses pertumbuhannya.
b.    Nilai agama
Dari beberapa kutipan terlihat bahwa tokoh-tokoh dalam cerita tersebut, begitu kental dengan agama yang dianutnya. Seperti dalam lagu yang dinyanyikan Dickon…
“Puji Allah sumber berkat,
Puji Dia semua ciptaan-Nya,
Puji Dia para malaikat,
Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.”
c.    Nilai sosial dan budaya
Nilai sosial yang terkandung dalam cerita ini bahwa hubungan antar tokoh utama dan tokoh lainnya sangat baik, walaupun ada sedikit ketidaksamaan berpendapat atau mementingkan egonya masing-masing.
 Cerita ini memiliki budaya barat, karena cerita ini nerasal dari daerah inggris.

PENILAIAN BUKU

A.      Kelebihan buku
Novel yang berjudul The Secret Garden,  menceritakan kisah yang sangat menarik untuk dibaca oleh pembaca, begitu juga bagus bagi para ibu yang sedang mendidik anaknya. Tidak heran jika kopian dari novel ini mencapai angka yang tinggi, karena dilihat dari judulnya saja pembaca sudah diberikan rasa penasaran untuk mengetahui isi cerita tersebut dan di dalam cerita ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang menarik dari tokoh-tokoh yang terdapat di dalamnya, adapun tokoh yang begitu menonjol dalam cerita ini yaitu Mary Lennox, Dickon dan Colin.
B.       Kekurangan buku
Di manapun setiap karangan tidak selalu memiliki kesempurnaan. Walaupun memang novel ini berkisahkan kehidupan Mary Lennox yang sangat menarik, namun di dalam cerita ini bahasa yang digunakan terlalu sulit untuk dimengrti bagi pembaca. Keterbatasan pemahaman bahasa ini membuat pembaca harus benar-benar mengerti dari kalimat ke kalimat yang lainnya.

KESIMPULAN
Mary Lennox adalah anak yang pembangkang, manja, dan sangat egois terhadap apapun. Dari kesehariannya Mary dapat melakukan kegiatan yang dia senangi tanpa ada yang bias menghalanginya. Pelayan yang mengasuh Mary mengenalkannya dengan Dickon yaitu adiknya sendiri. Mary dan dickon bermain di Taman rahasia yang pertama kali ditemukan oleh Mary, dengan menanam berbagai tumbuhan di dalamnya.
Di suatu ketika, pada saat hujan lebat rasa penasaran yang dimilikinya membawanya kepada pertemuannya dengan Colin anak dari pamannya. Colin memiliki perwatakan yang tak jauh berbeda dengan Mary. Dari persamaan watak itu, mereka mulai saling mengenal sampai bermain bersama-sama di Taman rahasia, tidak lupa Dickon pun bersama mereka dan memulai sebuah persahabatan yang sejati.
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar