PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK SAINS LINGKUNGAN DAN TEKNOLOGI
MASYARAKAT
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah
Sains Lingkungan dan Teknologi
Masyarakat
Dosen Pengampu : Abdul Sholeh, M.pd.
Di
Susunoleh:
Kelompok 1
Dewi
Setiani (14141710 )
IipPathatusSoripah
(1414171012)
Syahid (14141710 )
Siti
Rohimah (14141710 )
Yuriska
Mardiana (14141710 )
Kelas
: PGMI A/V
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2016 M/1437 H
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini kata
pengetahuan dan kata teknologi makin sering digunakan orang dalam ceramah
maupun dalam percakapan sehari-hari. Baik dia seorang ilmuwan, politisi maupun
pengusaha, bahkan orang awam pun seringkali menyebut kedua kata itu. Kata
pengetahuan sendiri berasal dari kata sains serapan dari bahasa inggris science
yang diambil dari bahasa latin sciencia. Pengetahuan yang terkoordinasi,
terstruktur dan sistematik disebut ilmu. Pengertian sains dibatasi hanya pada
pengetahuan yang positif, artinya yang hanya dijangkau melalui indera kita.
Pada mulanya ilmu hanya mempelajari alam, namun dalam perkembangannya juga
mempelajari masyarakat. Atas dasar itu sains dapat berarti alam atau ilmu
pengetahuan alam, dan dapat berarti ilmu pada umumnya. Dalam bab ini sains berarti
ilmu pengetahuan alam.
B. Rumusan Masalah
Penulisan makalah ini
berdasarkan masalah yang telah dirumuskan.
1. Bagaimana Pengertian Sains Teknologi Masyarakat?
2. Bagaimana Karakteristik Sains Teknologi Masyarakat?
3. Bagaimana Penerapan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran?
4. Bagaimana Langkah-langkah Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat?
5. Bagaimana Keunggulan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat?
C. Tujuan Penulisan
Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan sesuai
rumusan masalah.
1.
Untuk Mengetahui
Pengertian Sains Teknologi Masyarakat.
2.
Untuk Mengetahui
Karakteristik Sains Teknologi Masyarakat.
3.
Untuk Mengetahui
Penerapan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran.
4.
Untuk Mengetahui
Langkah-langkah Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat.
5.
Untuk Mengetahui
Keunggulan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sains Lingkungan Teknologi Masyarakat
Kata pengetahuan
berasal dari kata sains serapan dari bahasa inggris science yang diambil
dari bahasa latin sciencia. Pengetahuan yang terkoordinasi, terstruktur
dan sistematik disebut ilmu. Pengertian sains dibatasi hanya pada pengetahuan
yang positif, artinya yang hanya dijangkau melalui indera kita. Pada mulanya
ilmu hanya mempelajari alam, namun dalam perkembangannya juga mempelajari
masyarakat. Atas dasar itu sains dapat berarti alam atau ilmu pengetahuan alam,
dan dapat berarti ilmu pada umumnya. Dalam bab ini sains berarti ilmu
pengetahuan alam.
Tidak dapat disangkal
bahwa sains telas berkembang dengan pesat sekali terutama sejak abad 19 hingga
sekarang. Sebagai ilustrasi kemajuan dalam bidang elektronika memungkinkan kita
dapat menyaksikan suatu peristiwa yang terjadi di luar negeri bahkan di luar angkasa melalui
televisi pada saat peristiwa itu terjadi. Demikian pula dengan kemajuan pada
bidang kimia dan biologi molekuler kita dapat mengenali seseorang melalui tes
DNA nya dalam peristiwa kecelakaan misalnya. Bahkan sebagai hasil kemajuan
dalam bidang kimia nuklir kita dapat menyaksikan betapa dahsyatnya peluru
kendali yang ditembakkan dalam suatu pertempuran. Masih banyak lagi
perkembangan sains yang bemanfaat dalam kehidupan sehari-hari kita.
Sejarah perkembangan
sains diawali dengan kegiatan pengamatan manusia atas peristiwa-peristiwa alam,
seperti matahari yang terbit disebelah timur dan tenggelam disebelah barat.
Demikian pula pengamatan terhadap peredaran benda-benda langit seperti
bintang-bintang di malam hari merupakan awal perkembangan ilmu astronomi yang
sangat berguna sebagai pedoman arah bagi pelayaran di laut.
B. Karakteristik Sains Lingkungan Teknologi Masyarakat
Pada umumnya Sains
Teknologi Masyarakat memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Identifikasi masalah-masalah setempat yang memiliki kepentingan dan dampak.
- Penggunaan sumber daya setempat (manusia, benda, lingkungan) untuk mencari informasi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.
- Keikutsertaan yang aktif dari siswa dalam mencari informasi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
a. Perpanjangan belajar di luar kelas dan sekolah.
b. Fokus kepada dampak sains dan teknologi terhadap siswa.
- Suatu pandangan bahwa isi dari pada sains bukan hanya konsep-konsep saja yang harus dikuasai siswa dalam tes.
- Penekanan pada keterampilan proses dimana siswa dapat menggunakannya dalam memecahkan masalah.
- Kesempatan bagi siswa untuk berperan sebagai warga negara dimana ia mencoba untuk memecahkan isu-isu yang telah diidentiflkasikan.
a. Identifikasi sejauhmana sains dan teknologi berdampak di masa depan.
b. Kebebasan atau otonomi dalam proses belajar.
Dari karakteristik
sains teknologi masyarakat yang dikemukakan Yager, dapat dikatakan bahwa pada
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sains teknologi masyarakat diawali
dengan isu, dan isu itulah yang merupakan ciri utamanya. Karena dengan
mengemukakan isu mendorong peserta didik untuk mencari jawaban atau memecahkan
masalah yang diakibatkan oleh isu tersebut. Dalam memecahkan masalah peserta
didik akan mencari informasi dari berbagai sumber, bukan hanya di dalam kelas
melainkan di luar kelas dengan menggunakan berbagai cara termasuk memanfaatkan
teknologi. Dengan demikian peserta didik belajar menemukan dan menyusun sendiri
pengetahuan yang diperolehnya dari proses belajar yang dilakukannya. Selain itu
proses belajar juga merupakan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat
berpartisipasi sebagai warga negara.
C. Penerapan Sains Lingkungan Teknologi Masyarakat dalam
Pembelajaran
1. Percepatan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi
Percepatan perubahan
ilmu pengetahuan dan teknologi ini tidak memungkinkan bagi guru bertindak
sebagai satu-satunya orang yang menyalurkan semua fakta dan teori. Untuk
mengatasi hal-hal ini maka perlu pengembangan keterampilan memperoleh dan
memproses semua fakta, konsep dan prinsip pada diri siswa.
2. Pengalaman intelektual, emosional dan fisik
Pengalaman ini
dibutuhkan agar didapatkan hasil belajar yang optimal. Ini berarti kegiatan
pembelajaran yang mampu memberi kesempatan kepada siswa memperlihatkan unjuk
kerja melalui sejumlah keterampilan memproses semua fakta, konsep dan prinsip
sangat dibutuhkan.
3. Penanaman sikap dan nilai sebagai pengabdi
Hal ini menuntut adanya
pengenalan terhadap tata cara memproses dan memperoleh kebenaran ilmu yang
bersifat kesementaraan. Hal ini akan mengarahkan siswa pada kesadaran
keterbatasan manusiawi dan keunggulan manusiawi, apabila dibandingkan dengan
keterbatasan dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Empat macam penerapan
Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam pembelajaran yaitu:
- menyadari hubungan yang kompleks antara ilmu, teknologi dan masyarakat
- mengerti dan mampu mengadaptasikan diri dengan berbagai perubahan besar sebagai akibat perkembangan IPTEK serta dampak-dampak bagi individu dan masyarakat.
- Mampu membuat keputusan yang tepat mengenai penggunaan teknologi dala masyarakat khususnya yang melibatkan unsur-unsur sosial, seperti lingkungan, energi, kependudukan, bio genetika, teknologi, maknan, transportasi dan lain-lain.
- secara realistik dapat memproyeksikan alternatif masa depan beserta konsekwensi positif dan negatifnya.
Sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan itu, di bidang ilmu pendidikan dikembangkan pula
berbagai metode mengajar yang lebih sesuai, efektif dan efisien. Materi
pelajaranpun dikembangkan karena telah banyak perubahan yang terjadi atau telah
banyak ditemukan pengetahuan yang lebih mendalam sebagai akibat dari
perkembangan teknologi.
- Dari pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber-sumber pengetahuan yang ada di masyarakat karena:dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat anak didik akan mendapatkan pengalaman langsung (first hand experience) dan oleh karenanya mereka dapat memiliki pengalaman yang konkret (jelas dan nyata) serta mudah diingat.
- pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.
- di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.
- kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang berdidik dan anak didikpun membutuhkan masyarakat.
D. Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM)
Ada bebrapa tahapan
yang dapat dilakukan oleh guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
Sains Teknologi Masyarakat (STM), yaitu:
1.
Tahap apersepsi
(inisiasi, invitasi dan eksplorasi) yang mengemukakan isu atau masalah aktual
yang ada di masyarakat dan dapat diamati oleh siswa.
- Dalam pembentukan konsep yang siswa membangun atau mengkonstruksikan pengetahuan sendiri melalui observasi, eksperimen, dan diskusi.
- Tahap aplikasi konsep atau menyelesaikan masalah yang menganalisis masalah atau isu yang telah dikemukakan di awal pembelajaran berdasarkan konsep yang telah dipahami sebelumnya.
- Tahap pemantapan konsep, di mana guru memberi pemantapan konsep agar tidak terjadi kesalahan konsep pada siswa.
- Tahap evaluasi penggunaan tes untuk mengetahui penguasaan konsep siswa terhadap materi yang dikaji.
E. Keunggulan Pendekatan Sains Lingkungan Teknologi Masyarakat
(STM)
Keunggulan yang dapat diperoleh dari pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
(STM) yaitu:
1. Keunggulan pendekatan STM jika ditinjau dari segi tujuan
a. meningkatkan keterampilan inquiry dan pemecahan, di samping keterampilan
proses.
b. Menekankan cara belajar yang baik yang mencakup ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
c. Menekankan sains dalam keterpaduan dan antara bidang studi.
2. Keunggulan pendekatan STM jika ditinjau dari segi pembelajaran
a. menekankan keberhasilan siswa
b. menggunakan berbagai strategi
c. menyadarkan guru bahwa kadang-kadang dirinya tidak selalu berfungsi sebagai
sumber informasi.
3. Keunggulan pendekatan STM ditinjau dari segi evaluasi
a. ada hubungan antara tujuan, proses dan hasil belajar
b. perbedaan antara kecakapan, kematangan serta latar belakang siswa juga
diperhatikan.
c. kualitas efisiensi dan keefektifan serta fungsi program juga
dievaluasi.
d. Guru juga termasuk yang dievaluasi usahanya yang terus menerus dalam
membantu siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi,Anna (2005). Sains Teknologi Masyarakat. Model Pembelajaran Kontekstual
Bermuatan Nilai. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, Wina (2007). Strategi Pembelajaran. Jakarta:Kencana Prenada
Media Group.
Sapriya (2006). Konsep Sains, Teknologi, dan Masyarakat. Jakarta:
Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Sumaji (2003). Dimensi Pendidikan IPA dan Pengembangannya sebagai
Disiplin Ilmu (dalam buku Pendidikan Sains yang Humanistis). Yogyakarta:
Kanisius.
Sumintono, Bambang (2003). Sains. Teknologi dan Masyarakat dalam
Pengajaran Sekolah. (tersedia dalam situs Education, on 2008-01-28).
Yager, Robert E. (1990). The Science/Technology/Society Movement in the
United States, Its Orogin, Evolution, and Rationale, Social Education.
